Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Love Bus, Love Journey..

Blog EntryNov 27, '09 11:02 PM
for everyone

DongFeng Motor Co. Ltd., produsen bus dan mobil terbesar ketiga di China, siap membangun pabrik perakitan bus di Filipina. Fasilitas perakitan bus di Filipina, kelak akan memasok kebutuhan pasar bus di sana. Sebagaimana strategi pabrikan otomotif China setiap menggarap pasar baru di luar negeri, DongFeng mengandalkan daya saing pada harga yang jual bus yang lebih rendah dari kompetitor.

DongFeng akan berkonsentrasi memproduksi bus-bus low cost. Di China, DongFeng merupakan perusahaan otomotif yang sahamnya dimiliki Pemerintah China. Kalau di Indonesia, bolehlah disebut sebagai perusahaan pelat merah atau badan usaha milik negara (BUMN).
Perusahaan yang didirikan tahun 1969 ini dulunya bernama Second Aoutomobile Works Co., dengan lini bisnis utama adalah pabrikan mobil penumpang dan komersial (truk dan bus), permesinan, suku cadang dan komponen serta peralatan.
Empat puluh tahun berkiprah di bisnis otomotif, perusahaan ini telah memiliki fasilitas riset dan pengembangan yang tersebar di tujuh kota di China, seperti Hubei, Shiyan, Xiangfan, Wuhan dan Guangzhou.
Di Indonesia, DongFeng bukan nama yang asing. Sejumlah sasis bus produksinya telah dipakai oleh sejumlah operator bus antarkota dan bus pariwisata di Indonesia. Sebut saja, PO Sumber Kencono yang berbasis di Krian, Sidoarjo. Operator bus yang berkonsentrasi menggarap pasar bawah ini mengandalkan armada DongFeng untuk trayek jarak jauh Surabaya-Madiun-Solo-Jogjakarta PP.

Operator lain yang telah mempercayakan DongFeng untuk memperkuat jajaran armadanya adalah PO Rifka Mulia Transport di Jogjakarta. Perusahaan ini mengoperasikan bus DongFeng medium berkapasitas 35 seats.
Di Indonesia, pengembangan pasar DoFeng digarap oleh PT Indo DongFeng Motor, perusahaan importir umum (IU) yang mendatangkan bus dan truk DongFeng ke Indonesia.
Sejak 2005, perusahaan ini telah mengimpor ratusan unit bus DongFeng Golden Dragon ke Indonesia. Beberapa penggunannya adalah PO Alimun Jaya untuk angkutan reguler trayek Jakarta-Merak PP dan PO Karya Jasa untuk angkutan pariwisata.(*)

 


Blog EntryNov 13, '09 4:34 AM
for everyone

Operator jasa angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata dan charter PT Ekasari Lorena Transport (ESL) dalam waktu dekat akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) ke pasar modal. IPO dijadwalkan berlangsung pada semester I tahun depan dengan nilai saham yang diemisikan antara Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar yang mewakili 20 sampai 25 persen saham yang akan dilepas ke publik.

"Perusahaan akan menggunakan laporan keuangan Desember tahun ini sebagai basis dokumen penerbitan," ujar Direktur Utama PT Reliance Securities Tbk Orias Petrus Moedak usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Reliance Securities Tbk, hari ini, Jumat, 13 November 2009. Reliance adalah perusahaan sekuritas yang akan ditunjuk ESL untuk menangani IPO-nya.

Orias menjelaskan, perusahaannya telah mendapat mandat dari manajemen ESL untuk menjadi penjamin emisi penerbitan saham ESL. Dana yang akan dihimpun emiten itu akan dialokasikan sebagai modal usaha perusahaan keluarga dan perluasan usaha perusahaan. Di antaranya, untuk memanbah jumlah armada.

Orias menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan negoisasi dengan ESL. Menurut Orias, ESL saat ini tengah menyiapkan laporan keuangan yang berakhir Desember 2009 sebagai salah satu syarat mutlak untuk perusahaan yang akan melakukan emisi saham ke pasar modal. Lorena selama ini dikenal sebagai salah satu operator bus malam berpengaruh di Indonesia dengan cakupan wilayah operasi di Pulau Jawa, Madura, Sumatra dan Bali. Total armada bus Lorena saat ini sekitar 400 unit lebih dengan operasional armada yang dikendalikan dari kantor pusatnya di kawasan Tajur, Bogor, Jawa Barat.

Perusahaan yang didirikan keluarga GT Surbakti ini juga mendapat konsesi pengoperasian busway dari Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta di Kota Jakarta untuk koridor V Kampung Melayu-Ancol dan koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni sepanjang 26 km.(fin)

 


Blog EntryOct 18, '09 1:03 AM
for everyone

Sebenarnya berapa sih, biaya pembuatan body bus alias karoseri untuk sebuah bus besar yang dibangundi atas sebuah sasis? Pertanyaan ini selalu menggantung di benak para pehobi bus di Tanah Air. Harganya sebenarnya sangat relatif. Mahal murahnya biaya karoseri sangat bergantung pada spesifikasi atau fitur-fitur yang diinginkan pelanggan sendiri. Di karoseri Anugrah, Magelang, biaya karoseri sebuah bus besar tidak semahal di karoseri lain. Paling mahal, biaya mengkaroserikan bus besar di karoseri ini hanya berkisar Rp 200 jutaan per unit. Berikut catatan teman jurnalis Sam Cahyadi, dari Kontan. 

SETIAP jenis mobil memiliki fungsi yang berbeda-beda. Mobil penumpang atau mobil keluarga biasanya memiliki keunggulan dalam kenyamanan. Sementara itu, kendaraan niaga atau komersial lebih mengutamakan fasilitas yang bisa mendukung usaha.

Di Indonesia, kebanyakan agen tunggal pemegang merek (ATPM) membangun atau merakit mobil di dalam negeri dengan model yang sudah baku dari negeri asal mobil itu. Proses produksi di ATPM ini menggunakan mesin-mesin otomatis dengan produksi mobil dalam skala besar. Konsumen yang berniat membeli mobil niaga, seperti bus atau truk, pasti akan mempertimbangkan desain dan fasilitas yang bisa mendukung bisnisnya. Contohnya adalah perusahaan otobus. Mereka pasti memiliki target penumpang yang berbeda. Ada perusahaan bus yang menyasar kalangan menengah atas dengan mengandalkan bus yang fasilitasnya mewah dan nyaman. Sebagian lagi membidik kalangan bawah dengan fasilitasnya seadanya.

Desain-desain khusus inilah yang mendorong munculnya perusahaan karoseri atau perancang bodi dan interior. “Karoseri tidak memproduksi sasis dan mesin. Kami hanya membuat bodi dan interior,” kata Dwi Rustamaji, pemilik karoseri Anugrah. Adapun mesin dan sasis dipasok ATPM. Sebagian karoseri menjual produksinya dengan nama perusahaan mereka. Bisa juga karoseri berkerjasama dengan ATPM. Artinya, bodi mobil dikerjakan karoseri, lalu dijual lagi atas nama ATPM. Berikut adalah beberapa karoseri dengan keunggulan masing-masing.

 

Trimega Cipta Kreasindo (Tritak)

PT Trimega Cipta Kreasindo (Tritak) bukan seperti karoseri kebanyakan. Jika karoseri pada umumnya memproduksi bodi mobil niaga seperti bus atau truk, Tritak justru fokus pada bodi mobil khusus, seperti outside broadcasting van (OB van) alias mobil siaran luar ataupun  satellite news gathering van (SNG van). Dua model  ini lengkap dengan perangkat penangkap sinyal satelit. Budhi Suhradi, pendiri sekaligus Direktur Tritak, mengakui bahwa ceruk pasar karoseri mobil khusus ini memang dangkal. “Tapi, pemainnya juga tidak banyak,” ujar Budhi.

Sebab, konsumen mobil khusus ini terbatas. Di antaranya adalah stasiun televisi, kepolisian, militer, hingga intelijen. “Sekarang kami sedang mengerjakan mobil kepolisian,” ujar dia. Selain dari dalam negeri, pembeli mobil khusus ini juga berasal dari luar negeri, seperti Korea dan Jepang. Pembuatan mobil khusus ini pun berbeda dengan karoseri lain. Karoseri biasanya sudah memiliki patokan atau desain tertentu untuk dibuat secara massal. Sedangkan di Tritak, pembuatan bodi mobil disesuaikan dengan equipment (peralatan) yang dibutuhkan konsumen. “Setiap stasiun televisi, kan, punya gaya sendiri-sendiri,” imbuh Budhi. Tapi, tidak semua konsumen menyodorkan desain. Beberapa konsumen menyerahkan urusan desain ke Tritak. “Lalu, kami sodorkan ke mereka, apakah cocok,” cetus Budhi. Soal ongkos karoseri juga bervariasi, bergantung dari perlengkapan yang diinginkan. “Semakin lengkap dan mahal peralatannya, serta rumit desainnya, biayanya juga semakin mahal,” kata Budhi.

Untuk mobil SNG van dengan peralatan yang  murah, biaya pembuatannya antara Rp 2,5 miliar sampai Rp 6 miliar. “Kalau peralatannya canggih dan mahal, biayanya bisa sampai Rp 10 miliar,” ungkap dia. Karena desain yang rumit, pembuatan mobil khusus ini juga cukup lama, antara dua bulan hingga tujuh bulan. Umumnya, karoseri yang beralamat di Parung, Bogor, ini membuat mobil khusus dari kendaraan jenis bus, minibus, dan light truck yang bermesin 2.500 cc sampai 4.000 cc.

 

Anugrah

Pemilik karoseri Anugrah, Dwi Rustamaji, menyatakan perusahaannya mengerjakan bodi mulai dari minibus seperti angkutan kota, bus medium, hingga bus besar. “Pelanggan kami kebanyakan perusahaan otobus,” kata Dwi. Selama ini, karoseri yang berbasis di Magelang ini lebih banyak membuat aneka bodi bus untuk perusahaan yang beroperasi di Pulau Jawa. Selain membuat bodi baru, Anugrah juga mengerjakan reparasi bodi bus. “Biayanya berbeda,” tandas dia. Untuk reparasi, Dwi mengenakan biaya Rp 40 juta–Rp 100 juta. Sedangkan untuk pembuatan bodi baru, ongkos yang harus dibayar konsumen berkisar Rp 125 juta–Rp 215 juta. Menurut Dwi, harga ini lebih miring ketimbang karoseri terkenal seperti Adi Putro, atau perusahaan karoseri lainnya. Selain karena belum sebesar karoseri lain, Anugrah bisa mendapatkan bahan baku yang harganya sama murah dengan karoseri besar. “Kami membeli pelat galvanil dan besi langsung dari pabrik, bukan dari agen,” tutur Dwi.

Pekerja di Anugrah juga bisa membuat desain bus yang mirip dengan desain karoseri yang sudah mapan. “Meskipun tidak mirip 100%,” ujar dia. Dengan jumlah pegawai 100 orang – terdiri dari pegawai borongan dan harian – Anugrah bisa membuat satu minibus selama 1,5 bulan–2 bulan. “Kalau bus, antara dua bulan sampai tiga bulan,” kata dia.

Ramada

PT Rama Dinamika Raya (Ramada) adalah karoseri yang fokus pada modifikasi bodi truk. Perusahaan yang beralamat di Jalan Raya Gunung Telajung Udik Km 20, Gunung Putri, Bogor, ini sanggup melayani desain apa pun dari semua jenis ukuran dan merek truk. Seperti modifikasi memperpanjang sasis. Manajer Layanan PT Ramada Ramada Dano Nugraha  Iskandar mengungkapkan, kapasitas produksi Ramada mencapai 10 hingga 50 truk setiap bulan. “Kami mengandalkan bengkel yang luas,” ujar dia.

Keunggulan Ramada, lanjut Dano, ada pada kemampuan tenaga ahli. Maklum, Ramada mempekerjakan tiga sarjana mesin yang mampu mendesain rancang bangun yang sudah tersertifikasi. “Ada juga 19 montir dan 200 orang tenaga kontrak,” ungkap Dano. Dano bilang, biaya modifikasi light truck sekitar Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. Untuk jenis heavy truck, biayanya antara Rp 70 juta–Rp 100 juta. Akan halnya jasa desain bak dan pemasangan light truck  rata-rata Rp 20 juta, dan heavy truck Rp 70 juta–Rp 100 juta. “Modifikasi satu truk selesai satu pekan sampai dua pekan,” ujar Dano. Konsumen juga tak perlu khawatir soal garansi. Soalnya, Ramada memberikan garansi selama satu bulan masa pakai setelah mobil diserahkan pada konsumen.

Selecta Grage Jaya

Tritak bukan satu-satunya pemain di karoseri mobil khusus. Ada pula PT Selecta Grage Jaya yang fokus pada bisnis mobil ambulans dan telekomunikasi. Selecta berkantor pusat di Jalan Kalijaga 108 Cirebon. Herie Yunawan, dari Bisnis dan Pengembangan Selecta, mengatakan perusahaannya dapat merombak jenis dan merek mobil apa pun sesuai dengan permintaan konsumen. “Kami tidak membuat mobil secara massal,” ujar Herie.

Selain ambulans, OB van, atau SNG van, Selecta juga melayani pembuatan mobil ATM berjalan. Salah satu pembelinya adalah BNI. Adapun pelanggan OB van dan SNG van buatan Selecta di antaranya adalah PT Telkom, PT Indosat, dan sejumlah stasiun televisi swasta. Biaya yang dipungut Selecta bervariasi, mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. “Tergantung peralatannya,” cetus Herie.

 


Blog EntryOct 12, '09 8:47 AM
for everyone

Bisnis perusahaan jasa transportasi charter dan pariwisata White Horse di Indonesia semakin berkibar saja. Perusahaan ini melalui bendera PT Panorama Transportasi Tbk baru saja mengakuisisi 100 persen saham PT Artha Prima Perkasa Lintas Era, perusahaan operator angkutan travel dan antar-jemput trayek Jakarta-Bandung, Day Trans. Nilai akuisisinya mencapai Rp 2,06 miliar.
Keterangan tertulis Sekretaris Perusahaan Panorama Transportasi, Sudjasmin Djambiar menyebutkan, akuisisi ini tidak sebatas pada sahamnya, tapi juga sekalian mengambil alih manajemennya. "Akuisisi ini sekaligus mengambilalih penuh menajemen Day Trans," kata Sudjasmin, Senin (12 Oktober 2009).
Kabar akuisisi ini tidak mempengaruhi perdagangan saham Panoroma Transportasi di lantai bursa. Saham berkode WEHA ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pengumuman akuisisi stagnan di level Rp 131 per lembar saham.(*)


Blog EntryJun 28, '09 5:58 AM
for everyone

RISET yang terus-menerus oleh pabrikan otomotif membuat mereka menemukan aneka teknologi baru yang mendukung kenyamanan pengemudi di belakang stir berikut penumpangnya.
Satu diantara pabrikan itu, Volvo Corporation menjadi salah satunya. Pabrikan asal Swedia yang kini satu payung dengan Scania dan SAAB ini dikenal sebagai produsen mobil dengan standar keamanan nomor satu. Anda pasti paham kenapa dulu para menteri di era Orde Baru banyak menggunakan sedan Volvo. Salah satu alasannya karena standar keamanannya yang khas Eropa dan termasuk yang terbaik.
Tak hanya di kendaraan penumpang, Volvo juga sangat peduli dengan standar keamanan di kendaraan komersial yang diproduksinya.
Misalnya, untuk bus.
Salah satu teknologi yang diaplikasikan adalah teknologi pengereman yang disebut Electronic Stability Program (ESP).
Volvo Corp. pertama kali memperkenalkan teknologi ini pada 2004 pada bus-bus produksinya.
Kini, lebih dari setengah bus pariwisata (coach buses) dan bus antarkota (intercity) produksi Volvo telah mengadopsi teknologi ini.
Apa manfaat teknologi ini? Yang utama adalah mencegah bus mengalami oversteer ketika dikemudikan dan harus membelok di medan yang ekstrim.
ESP mampu mereduksi risiko pengemudi kehilangan kontrol atas bus yang dikendarainya dalam situasi kritis. Misalnya, pada medan jalan dengan belokan tajam yang miring atau saat jejak roda-roda bus melintas di medan jalan bepermukaan basah.
Di situs youtube http://www.youtube.com/watch?v=L7oqIPj1QEc Anda bisa menyimak video rekaman yang membandingkan dua bus Volvo rear engine double gardan yang diuji tes pada medan jalan yang menikung tajam dan miring dan jalanan basah dengan kecepatan hanya 60 km per jam. Satu dari dua bus tadi dipasang fitur ESP.
Bus dengan tanpa fitur ESP langsung mengalami oversteer ketika melintas di tikungan tajam dan miring. Begitu juga, ketika bus tanpa ESP diuji jalan pada medan jalan dengan permukaan sangat basah. Saat harus membelok tajam (saat uji tes menggunakan deretan cone sebagai halang rintang), bus mengalami selip dan guncangan hebat. Efeknya, penumpang menjadi sangat tidak nyaman duduk di kabin.

Bagaimana ESP bekerja?
Fitur ini bekerja berdasar sensor-sensor pada sistem monitornya. Alat ini memantau gaya pengemudi mengendalikan stir dan pola pengereman individual yang dia lakukan selama mengemudikan bus.
Alat ini akan langsug bekerja begitu sensornya mendeteksi kondisi kritis. Termasuk pula, ESP akan langsung mengurangi power mesin jika dibutuhkan. Hebat, bukan?
Sebegitu vitalnya fitur ESP ini, pengemudi akan terselamatkan ketika duduk di belakang stir secara tiba-tiba harus membelok tajam menghindari kendaraan, binatang atau orang yang menyeberang tiba-tiba, dan terpaksa bus harus turun ke bahi jalan.
Adakah pabrikan bus yang sudah menerapkan teknologi ini untuk sasis bus yang dipasarkan di Indonesia? Bagaimana dengan sasis bus Volvo B12M atau B7M yang dipakai beberapa operator bus kita? (choirul arifin)

 

 


Blog EntryMay 4, '09 10:26 AM
for everyone
China terkenal sebagai rajanya kopi-mengkopi dan jiplak-menjiplak hasil karya orang.
Tak cuma motor dan mobil, bus pun dijiplak.
 
Coba perhatiin deh gambar berikut ini:
 
 
 
 
- Yang atas varian Neoplan Starliner, karya pabrikan bus Neoplan Bu GmbH, anak perusahaan pabrikan kendaraan niaga, MAN.
 
- Yang bawah adalah varian Zonda A9 produksi Zhongda Auto Industrial di China.
 
Dua-duanya adalah bus jenis double decker.
Pengadilan Beijing baru-baru ini menghukum pabrikan Zhongda dan perusahaan distributornya dengan denda 40 juta yuan karena terbukti menjiplak bus Neoplan Starliner.
 
Coba kalau duit segitu dibelikan es cendol atau dibelikan pelek ban bus di sini, jadi brapa gentong dan brapa biji ya, hehehe...

 

Blog EntryMay 1, '09 4:04 AM
for everyone

 

INDUSTRI bus di China makin hari makin menunjukkan tren ekspansi. Tak hanya teknologi yang semakin maju tapi juga pasarnya yang semakin mendunia. Awal April 2009 lalu, China menggelar pemeran khusus tentang bus, Busworld Asia 2009 di kota pantai timur China, Shanghai. Pamerannya sendiri digelar di Shanghai New International Expo Center dan dibuka mulai 8 April.
Tak kurang dari 180 peserta dari 23 negara berpartisipasi di pameran ini. Termasuk diantaranya, tujuh pabrikan bus yang merilis model-model terbaru. Di pameran inilah terbukti seberapa jauh respon pasar terhadap bus-bus produksi China. Meski peserta yang berpartisipasi di pameran ini lebih sedikit ketimbang pameran yang sama di tahun sebelummnya, kualitas produk bus-bus buatan China terbukti makin bagus.
Misalnya, di teknologi traksi. Pabrikan bus China sudah sukses mengadopsi teknologi traksi yang sepenuhnya elektrik dengan menggunakan baterai lithium-ion dan hybrid driveline serial yang 100 persen dibuat di China.
Tak dipungkiri, industri bus di China juga terpukul oleh dampak krisis finansial global.
Tapi mereka sampai hari ini bisa bertahan dan tetap eksis. Peserta pameran dari pabrikan bus kelas premium seperti Higer, membuat kejutan ke pasar dengan merilis beberapa model bus baru. Begitu juga pabrikan Scania.
Total ada tujuh model yang dirilis dua pabrikan ini. Higer diantaranya merilis model bus double decker alias bus tingkat tipe KLQ6147 dan bus super panjang pertama yang dirilis ke pasar lewat pameran ini, tipe SLK6120F6A3.
Bus dengan panjang 13,7 meter ini menawarkan kestabilan maksimum saat dikendarai, bobot body yang lebih ringan dan tingkat kenyamanan maksimum. Pabrikan Young Man Group yang selama ini memiliki lini produk sangat lengkap mulai bus wisata dan bus kota, juga tampil di pameran ini.

Pabrikan bus asli China, Zonda, di pameran ini menampilkan model bus terbaru yang dipasarkan di 2009 ini. Misalnya, bus tingkat tipe YCK6180HC, lalu bus kota yang ramah lingkungan tipe YCK6128HC, kemudian bus tingkat Zonda Jinling dan tak ketinggalakn bus listriknya.
Pabrikan bus Spanyol, Irizar yang sejak sekian tahun terakhir aktif menggarap pasar bus China di pameran ini lebih mengedepankan penampilan model bus terbarunya yang menawarkan keamanan, inovasi, desain, stabilitas di jalan dan tingkat keekoniannya. Dia adalah irizar New Century. Ini adalah bus Irizar yang didesain untuk bus untuk perjalanan jarak menengah. Irizar di pameran ini juga menampilkan bus Irizar i4 CLE untuk transportasi kota yang multifungsi.

Yang membanggakan, pabrikan Mercedes-Benz di pameran ini merilis debut bus Sprinter deluxe-nya. Ini adalah bus untuk segmen premium. Untuk mengangkut pengunjung dari dan ke lokasi pameran, panitia menyiapkan armada bus yang dipasok Sunwin, pabrikan bus China, dengan mengerahkan bus-bus hibrida dan bus listriknya. (*)

Keterangan foto: Model bus terbaru buatan body builder Setra dipamerkan di ajang Worldbus Asia 2009, April 2009.


 


Blog EntryApr 28, '09 10:24 AM
for everyone

Selama ini banyak yang bertanya tentang bagaimana sih proses sebuah bus dibuat oleh industri karoseri? Bagaimana saja tahapan pembuatannya sejak bus tersebut masih berwujud sasis berupa dua besi panjang yang dirangkai seperti tangga berikut mesinnya itu sampai menjadi sebuah bus utuh yang nyaman dan aman sebagai alat transportasi darat?
Mas Iswahyudi dari Departemen Desain, Karoseri Morodadi Prima, Malang, membagikan ilmunya untuk Anda, para BisMania di mana saja

PADA dasarnya bus atau kerap juga dieja dengan sebuat bis adalah sebuah moda transortasi massal yang unik. Dalam mendesain bodi sebuah bus, industri karoseri yang bagus selalu memperhatikan aspek penting yang disebut hard point. Yakni, ketentuan umum yang mutlak harus dipenuhi. Apa saja?

Pertama, chassis unit meliputi posisi mesin, gril, katup udara hisap, sistem kemudi, tangki bahan bakar bagasi, panel kontrol unit elektronik atau ECU dan lain-lain. Komponen-komponen yang disebut tadi dibuat langsung oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau pabrikan sasis dan mesin bus. Jika karoseri melakukan perubahan, harus ada uji landasan atau rekomendasi bahkan sertifikat .
Kedua, dimensi keseluruhan kendaraan. Untuk urusan satu ini karoseri harus mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai regulasi dan masing-masing shasis mempunyai perbedaan tipe standar ukuran yang disesuaikan sehingga diperoleh standarisasi produk.
Ketiga, regulasi Pemerintah yang mengatur konfigurasi tempat duduk, jumlah pintu, penghilangan pintu sopir, pintu darurat, jumlah pintu penumpang dan lain-lain. Di Indonesia aturan ini ditentukan oleh Departemen Perhubungan.
Keempat, teknis body builder. Yaitu, adanya alat dan proses yang sudah dirancang untuk industri pembuatan bus itu sendiri (body builder/karoseri).  Semakin baik proses dan maju teknologi sebuah industri karoseri maka bisa meningkatkan kualitas output produk, selain faktor man power dan man hour.

Spesifikasi yang Diminta
Setelah hard point sebagai ketentuan utama sudah terdefinisi, yang harus ditentukan kemudian adalah spesifikasi teknis dari bus itu sendiri akan dibuat seperti apa, berfungsi apa dan mempunyai karakter apa?  Spesifikasi atau ketentuan tersebut merupakan perpaduan yang sifatnya kompromistis antara kebutuhan customer,  pabrikan, ATPM, distributor, suplier dan lain-lain.
Spesifikasi yang Diminta itu meliputi jenis atau model atau desain eksterior dan interior bus, fungsi teknis operasional, aspek ergonomi atau kenyamanan pengguna dan operator. Selain itu, aspek ini juga mencakup cara pemecahan jika muncul masalah, serta solusi dalam mencapai sasaran desain yang diinginkan.
Hal lainnya yang perlu diperhatian adalah keunggulan produk tersebut dibandingkan dengan kompetitor Ini merupakan target puncak dari suatu produk yang akan memberikan nilai tambah produk tersebut baik bagi operator bus sebagai konsumen maupun pabrikan karoseri sebagai pembuatnya. Selain itu juga perlu memperhatikan suplai material dan aksesoris yang dibutuhkan karena tidak semua komponen tersebut tersedia lengkap di pasar.

Desain grafis
Ini merupakan bagian sentuhan akhir untuk nilai tambah bagi sebuah bus yang dibuat oleh karoseri.
Identitas produk atau brand identity menjadi salah satu pembeda dari para kompetitor sekaligus membentuk identitas golongan pengguna produk tersebut agar mudah dikenali tampilannya oleh masyarakat dan konsumen. Aspek tampilan di sini mencakup kolaborasi aspek visual dua dan tiga dimensi.

Evaluasi  terus-menerus
Langkah terakhir dari proses perancangan sebuah produk adalah evalusi berkesinambungan
sebagai proses terus menerus untuk meminimalkan munculnya masalah dan memaksimalkan nilai plus   untuk proses mendatang. Salah satunya dengan perbandingan produk tersebut dengan produk pesaing sekelasnya atau pada beberapa tingkatan produk dalam jajaran line up-nya.

Choirul Arifin, pecinta bus tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan.

Foto-foto: Choirul Arifin/Lokasi: Karoseri Morodadi Prima, Malang

 

 


 


Blog EntryApr 27, '09 10:12 AM
for everyone


BUS banyak menjadi moda pilihan yang banyak dicari masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Selain sifatnya yang fleksibel karena banyak pilihan jam keberangkatan untul rute tertentu, bepergian dengan bus juga bisa disesuaikan dengan isi kantong karena banyak kelas bus yang ditawarkan ke konsumen. Pada rute tertentu yang ramai penumpang kelas tiket dan kelas servis bahkan sangat beragam, mulai dari kelas ekonomi non AC, ekonomi AC sampai kelas eksekutif dan super eksekutif yang menjanjikan kenyamanan selama di perjalanan lengkap dengan layanan kursi yang lega, selimut hangat, snack, makanan berat dan toilet selama di perjalanan.

Namun, tidak banyak masyarakat yang tahu apa dan bagaimana sebaiknya memilih bus yang aman dan nyaman sebagai mitra bepergian. Karena, di dunia bisnis transportasi darat seperti angkutan bus, ada saja perusahaan atau operator bus yang nakal. Mereka seenaknya menetapkan tarif melebihi batas ketentuan Pemerintah sampai menelantarkan penumpang tidak sampai kota tujuan seperti dijanjikan ketika si penumpang naik di kota atau terminal pemnberangkatan.

Berikut tips mudah bepergian dengan bus.

- Jika Anda awam dan baru pertama kali naik bus, terutama untuk bepergian jarak jauh keluar kota, tanyakan ke teman dekat atau kerabat tentang bus dari perusahaan otobus apa yang paling bagus layanannya dan memiliki rute tujuan yang Anda ingini. Pastikan bus tersebut dari PO yang terkenal memiliki reputasi bagus dalam layanan dan jadi buah bibir masyarakat.

- Pilihlah bus malam yang punya tujuan langsung di kota yang Anda tuju. Hindari naik bus yang tidak ke kota tujuan langsung. Ini demi mencegah kemungkinan Anda tersesat di kota transit yang dilintasi, dipermainkan oleh awak bus dan sebagainya.

- Biasakan sudah mengantongi tiket di tangan. Ini penting, terutama jika Anda bepergian di libur akhir pekan, libur tanggal merah dan Lebaran. Jika tidak, Anda bisa kehabisan tiket.
Tiket bisa Anda beli melalui agen atau dfatang ke loket resmi di terminal sebelum hari H keberangkatan Anda. Jika sudah kenal dengan pengurus perusahaan otobus tersebut, bisa juga Anda cukup meneleponnya, memesan tiket berikut nomor bangku yang dipilih dengan pembayaran beberapa jam sebelum keberangkatan.

- Jika Anda menyukai bangku favorit, misalnya di bangku deret paling depan atau belakang atau tengah, tips memesan atau membeli tiket lebih awal bisa menjadi solusi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

- Beda bus beda kualitas pelayanan. Untuk Anda yang komuter,  terbiasa kerap bepergian untuk rentang waktu yang pendek, tak ada salahnya untuk mencoba bus dari PO lain yang memiliki rute trayek yang sama sebagai pilihan bepergian. Pada titik tertentu, Anda akan bisa menemukan mana PO yang memiliki pelayanan terbaik dan bisa membuat Anda sebagai konsumen loyalnya.

- Soal loyalitas, beberapa PO memberikan insentif semacam frequent flyer discount kepada semua penumpang yang loyal menggunakan jasanya. Biasanya untuk 10 sampai 15 tiket untuk rute tujuan dan kelas yang sama dari PO tersebut bisa ditukar dengan satu tiket baru untuk kelas dan tujuan yang sama.
Pada PO tertentu di kelas ekonomi non AC dari Jawa Timur yang melayani trayek antarkota dalam provinsi dan antarprovinsi menyediakan juga tiket berlanggagan. Manfaatnya, penumpang bisa mendapatkan diskon tarif tiket yang nilainya cukup lumayan.
 
- Hati-hati selama di perjalanan. Pada beberapa bus malam tertentu sesekali muncul kabar adanya pencuri yang menyaru sebagai penumpang. Baik penumpang gelap yang mencegat dan naik bus ini di jalan atau penumpang bertiket resmi. Selalu simpan barang berharga Anda seperti dompet, surat-surat penting di saku baju lalu tutupi dengan jaket, atau simpan di saku dalam jaket dan tutup dengan resliting. Untuk piranti elektronik seperti camcorder dan laptop tak ada salahnya dititipkan kepada kru atau simpan di bagasi dengan nomor bagasi Anda dan dicatat serta diketahui oleh kru bus.
- Jika Anda naik bus malam berfasilitas pendingin udara (AC), siapkan baju sedikit tebal atau lebih baik lagi jaket. Meski rata-rata pada bus malam yang servisnya bagus, terutama klas eksekutif dan VIP juga menyediakan selimut untuk penumpang, hembusan udara dingin cukup menggigil dan menusuk tulang.

- Hindari menerima pemberian baik makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal sebelum dan selama perjalanan untuk menjaga kemungkinan pembiusan yang akan menguras barang berharga milik Anda.

- Selalu berdoa sebelum berangkat agar selamat di perjalanan. (fin) 

 

 

 


 


Blog EntryApr 24, '09 9:47 AM
for everyone

 

Menikmati Bus Mewah yang Dipakai Kampanye SBY:

Dilengkapi Kursi Pijat, Suspensi Sangat Empuk

Bus mewah ini dijuluki Omahmlaku (bahasa Jawa, berarti rumah berjalan). Itulah bus Volvo tipe B12M bermesin 12.000 CC, yang dipakai berkampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Pemilu Legislatif, dan kemungkinan besar akan disewa lagi sewaktu kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres).

Bus mewah dengan suspensi udara di keempat titik rodanya itu terparkir manis di sudut halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, sekitar tiga bulan lalu. Seorang pengemudi bertubuh subur, Hery, dan asistennya baru saja membawa bus itu dalam perjalanan panjang dari poolnya di Karanganyar dan Kudus, Jawa Tengah.

Tak lama kemudian Presiden SBY bersama Ny Ani
Yudhoyono datang menginspeksi Omahmlaku. SBY bersama Ny Ani naik ke dalam kabin dan mencoba interiornya. SBY juga sempat duduk di kursi pijat supernyaman yang terletak di tengah kabin, yang di depannya terpasang televisi LCD berukuran jumbo.

Omahmlaku merupakan satu dari sejumlah bus mewah
yang dipakai Presiden SBY untuk kampanye pemilu, Maret sampai April 2009. Ada lima bus yang dipakai Presiden SBY.

Omahmlaku adalah bus yang disewa dari PO Nusantara, Kudus, Jawa Tengah, yang konstruksi bodi dan interiornya dibangun oleh industri karoseri Adi Putro, Malang. Empat bus lainnya adalah bus baru yang khusus dipesan dari karoseri untuk pemilu dan pilpres, Juli nanti.

Dari empat bus baru ini, tiga unit dipesan di Karoseri New Armada, Magelang, Jawa Tengah, dan satu unit di Karoseri Adi Putro, Malang, Jawa Timur. Berbeda dengan bus pertama yang bermesin Volvo, empat bus ini seluruhnya bermesin Mercedes-Benz tipe OH 1525 spring suspension.

Meski tak bersuspensi udara, interior empat bus ini tak
kalah mewah dari Bus Omahmlaku. Interiror salah satu bus yang dipesan di karoseri Adi Putro misalnya, didesain sangat mewah. Tak cuma fitur-fitur yang terpasang tetapi juga panel-panel pada dinding dan lantai bus.

Secara umum interior atau kabin bus ini terbagi dalam
empat bagian. Bagian pertama adalah ruang kemudi yang
hanya diisi pengemudi, panel dasbor dan asisten
pengemudi. Antara bagian pertama dan kedua disekat oleh
kaca.

Pada interior bagian kedua terpasang dua kursi pijat yang
posisinya tepat di tengah, dikelilingi oleh empat kursi
untuk pengawal. Untuk panel hiburan, dipasang televisi layar kristal alias TV LCD berukuran besar, diatas 32 inchi, buatan LG. Juga, terpasang perangkat telepon internal, AC split.

Pada area kabin bagian ketiga terpasang sofa model U
warna putih tulang, sebuah meja berukuran sedang, plus
toilet. Tak hanya itu. Di area tengah ini juga terpasang dispenser dengan galon air yang menyediakan air panas dan es, dan sebuah lemari kecil di dekatnya. Di ruang kabin ketiga ini juga terpasang perangkat telepon untuk komunikasi internal antarkabin.

Area paling belakang, area keempat, adalah ruang untuk
Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) yang mengawal SBY mengunjungi berbagai kota untuk berkampanye. Kursi bagian belakang berlapis kulit warna putih tulang ini cukup untuk 11 orang.

***
Masing-masing bus sungguh nyaman untuk perjalanan jauh. Kaca bus pun didesain sangat lebar dan lega, membebaskan pandangan keluar mereka yang berada di kabin. Untuk aspek keamanan, selain rem standar yang berasal dari pabrikan Mercedes-Benz –yang sudah bersistem full air– juga terpasang panel rem darurat sebagai tambahan.

Khusus area pengemudi dan asistennya disekat oleh kaca. Dengan demikian pengemudi tidak terganggu oleh aktivitas dan aneka percakapan orang-orang yang berada di dalam kabin jika dia sedang mengemudikan bus ini.

Seorang staf di DPP Partai Demokrat (PD) menuturkan, demi menjaga keamanan dan kemungkinan sabotase ketika bus ini selesai dibuat di karoseri Adi Putro, bus langsung dikirim dari Adi Putro Malang ke markas tim pemenangan Partai Demokrat di kawasan Jakarta, tanpa boleh berhenti di jalan. Itu pun bus sengaja iberangkatkan selepas matahari terbenam.

Karenanya, pengemudi yang dipercaya mengirim bus ini
telah dibekali dengan makanan mencukupi selama menempuh perjalanan panjang –900 km– dari Malang ke markas pusat pemenangan PD. Markas ini terletak di kawasan Jakarta Expo, di kawasan Kemayoran, Jakarta.

Dari lima bus mewah yang dipakai untuk kampanye SBY
selama putaran kampanye pemilu legislatif, Omahmlaku
boleh dibilang adalah bus paling spesial dan paling
mewah. Tak hanya karena kapasitas mesin yang superbesar dan suspensi sangat lembut –menggunakan air suspension– tetapi juga karena begitu mewahnya perangkat dan fitur yang tertanam di dalamnya.

Selain kursi pijat, sofa, meja dan televisi LCD berukuran
jumbo, di bagian belakang terdapat kamar untuk tidur
berikut toilet dan mini pantry. Bus bermesin tengah, yang
sasisnya diimpor utuh dari pabrik Volvo di Swedia, ini
juga dilengkapi GPS untuk memonitor keberadaan dan
kecepatan laju bus dari jarak jauh. Untuk memanjakan
mereka yang berada di kabin, juga terpasang fitur
hotspot yang dipasok vendor dari Indosat.

Omahmlaku kabarnya juga akan kembali disewa SBY dan tim suksesnya untuk kampanye di berbagai kota di Pulau Jawa saat pilpres nanti. Empat bus lainnya bermesin Mercedes-Benz OH 1525 yang pengadaannya, kabarnya, diberikan oleh pengusaha bus terkenal asal Palur, Solo, Jawa Tengah, itu disebar di berbagai pulau.

Di kampanye Pemilu Legislatif lalu, satu unit bus
ditempatkan di Jakarta bersama bus mewah Omahmlaku. Tiga unit lainnya, masing-masing satu unit disebar untuk
kampanye di Sulawesi (ditempatkan di kota Makassar
sebagai homebase), satu unit untuk Pulau Sumatra
(ditempatkan di homebase Lampung), dan satu unit di Pulau Bali untuk kampanye di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. ***/CHOIRUL ARIFIN

Artikel ini dimuat juga di Harian Surya, terbit di Surabaya, Kamis, 23 April 2009 di halaman satu berikut fotonya.

 


Blog EntryMar 30, '09 8:48 AM
for everyone

 

SUNGGUH sebuah kebahagiaan tak terkira ketika mendapat kesempatan untuk mencoba touring dengan bus built up Scania Irizal K9 milik PO Nusantara. Jujur, saya selama ini hanya bisa mengagumi melalui foto-fotonya di beberapa blog multiply beberapa teman yang sukses memotretnya ketika bus ini masih mengendap terparkir manis di pelataran PT United Tractors Tbk, perusahaan yang menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) Scania di Indonesia, sekaligus importir bus Irizar K9 ini.

Kesempatan itu datang Sabtu sore, 14 Maret. Dua hari sebelumnya, tawaran itu singgah melalui ponsel saya dari mas Dody, karib saya setelah mendapatkan kabar positif dari manajemen PO Nusantara. Mas Dody, mas Arga, om Machrizal Masri, mas Tanto dan mbak Decy menjadi kawan seperjalanan saya ketika mencoba road test Scania Irizar K9 ini. Ada juga, belasan kawan-kawan lain dari komunitas penggemar bus Jakbus, Malang Bus Lovers (MBL) dan Bandung Bissers Community (BBC) Bandung. Ini dia mas om Big Mack berpose bersama Irizar.

Perjalanan dimulai dari garasi PO Nusantara di Karanganyar. Bus berangkat pukul 16.44 WIB dengan pengemudi mas Hery Darmawan dengan dibantu mas Wagio sebagai asisten.
Pagi-pagi sebelum berangkat, bus telah dipasangi stiker dengan tulisan Scania warna merah beserta logo khas Scania serta tulisan kecil
www.nu3tara.com di bagian atas, dan kemudian dicuci.
Memasuki tol Kaligawe, Semarang, inilah kesempatan buat mas Hery untuk memacu dan menjajal performanya.
Saya sengaja memilih duduk di lantai, di sebelah mas Hery untuk bisa melirik panel instrumen di dasbor saat bus dipacu.
Whuss... saat ruas tol di depan mata lengang, mas Hery memacu Irizar.
Bus melaju ringan ketika dipacu sampai mendekati 115 km per jam. Tenaga 9.000 CC di Irizar K9 ini benar-benar terasa powerful. Berikutnya, mas Hery memacu Irizar ini di kisaran 80 sampai 100 km/h saja sampai menjelang pintu keluar tol .
Keluar pintu tol Krapyak, bus harus berjalan lebih pelan. Jarum jam menunjukkan pukul 18.15 WIB. Bus-bus malam dari arah Solo mulai melintas dan menambah padat jalur jalan arteri Semarang yang menghubungkan ke kota Kendal ini. Pukul 18.31 WIB bus memasuki perbatasan kota Kendal. Ini dia foto mas Hery di belakang stir:  


Meski mas Hery mencoba selalu berada di jalur kiri, Irizar tak bisa dipacu maksimal. Namun, beberapa bus searah dengan mudah bisa didahului. Diantaranya, dua armada bus paket Bandung Express bermesin Mercedes-Benz, sebuah bus Nantungga sarat penumpang. Sebelumnya, Mas Hery kemudian mencoba membuntuti bus Coyo berkaroseri New Armada model setra. Bus ini dengan mudah disalip dari sisi kanan sebelum kemudian bertemu iring-iringan bus paket Bandung Express tadi.
Mas Hery kemudian sedikit memacu Irizar untuk mengejar bus Dahlia Indah AG 7018 UP di depan. Bus ini kembali sukses didahului dari kanan.
Jalanan berganti sedikit lengang. Mas Hery memacu Irizarnya sampai mendekati 115 km per jam.

Pukul 18.45 WIB bus transit di sebuah SPBU menjelang Rumah Makan Sari Rasa, tempat kami akan transit cukup lama untuk makan malam. Arif, seorang kawan dari BBC mengaku kram perut dan harus buru-buru turun ke kamar kecil SPBU. Sekitar 7 menit mampir di SPBU ini, sang Irizar mengundang decak kagum beberapa petugas SPBU yang buru-buru merapat ke bahu jalan untuk menyaksikan penampilan bus ini dari dekat.

Bus pun kembali melaju. Sekitar pukul 18.52 WIB, bus transit di Rumah Makan Sari Rasa. Kami pun beristirahat sambil mengisi perut dan membersihkan badan. Sekitar dua jam bus berhenti di rumah makan ini. Penampilan bodi bus Irizar yang unik membuat banyak orang terpesona. Ini dia sopsok Irizar ketika duduk manis di depan ruang makan utama RM Sari Rasa. 
Tak hanya pengemudi bus malam tapi juga penumpang yang malam itu busnya transit makan di rumah makan ini.

Pak Bowo, sebut saja begitu, pengemudi PO Kramat djati dari Ponorogo tujuan Terminal Lebak Bulus mengaku heran dengan penampilan bus ini yang menurutnya unik sekaligus aneh.
"Bus buatan karoseri Adi Putro kok begini ya? Kayaknya bukan nih. Terus, yang nonong di atap depan itu apa unit AC-nya ya," kata Pak Bowo terheran-heran.
Demi menutupi kegusarannya, saya sengaja sedikit memberi penjelasan kepada beliau. Akhirnya dia mahfum.
"Boleh juga bus ini," ujarnya sambil bergumam diamini tiga kru Kramat djati lainnya yang saat itu berdiri di belakang Irizar.
Irizar ini memang pantas mengundang perhatian. Begitu memasuki pelataran depan RM Sari Rasa yang luas itu, bus langsung diparkir di depan gerbang utama, persis di sisi tangga naik menuju etalase makan penumpang.
Alhasil, siapa saja penumpang bus dan awak bus yang sedang transit di rumah makan ini bisa langsung menatap penampilan bus ini. Rasa takjub serupa juga dilontarkan baberapa karyawan rumah makan ini, termasuk beberapa satpam yang malam itu sedang piket.

Jarum jam beringsut ke angka 21.o5 WIB. Itu artinya sudah dua jam lamanya kami transit di RM Sari Rasa. Setelah berembug sebentar dengan teman-teman, bus diputuskan kembali berangkat menuju Jakarta.
Inilah momen untuk menguji performa mesin Irizar K9 di medan yang sebenarnya.
Beberapa bus yang sebelumnya transit di RM Sari Rasa dan berangkat lebih dulu beberapa puluh menit mendahului Irizar, berhasil terkejar.
'Korban' pertama adalah bus Sido Rukun berkaroseri Piala Mas.
Kemudian Irizar mencoba membuntuti iring-iringan bus Pahala Kencana.
Tak sampai berhasil tersalip, iring-iringan bus Pahala Kencana berbelok ke kiri transit ke rumah makan.
Memasuki Alas Roban, tak lama kemudian di depan Irizar muncul bus Family Raya Ceria yang terlihat terengah-engah di tanjakan. Bus ini dengan mudah disalip tanpa perlawanan berarti.
Dari balik kemudinya mas Hery mencoba memacu bus full speed. Kondisi jalan cukup ramai, namun bus cukup mudah untuk bermanuver. Dari arah berlawanan, Irizar berpapasan dengan iring-iringan bus Lorena menuju Timur.
Mas Hery sengaja mengambil rute tanjakan Plelen ketika memasuki kawasan Alas Roban ini.
Tentu saja, sekalian untuk mengukur performa mesin Irizar di tanjakan paling ekstrim di antara jalur sepanjang Pantura ini.
Raungan mesin bertenaga besar terdengar halus masuk ke dalam kabin. Sesekali Irizar beradu balap dengan beberapa bus malam tujuan Jakarta di jalur Kendal menuju Tegal.
Diantaranya, bus Putra Remaja tujuan Palembang dan Jambi yang tadi saya lihat terparkir di depan Irizar saat transit di RM Sari Rasa. Bus ini berangkat meninggalkan pelataran RM Sari Rasa 20 menit lebih awal dari Irizar. Ini dia penampakan bus Putra Remaja ketika transit bareng di RM Taman Sari. Mesinnya Mercedes-Benz Prima King yang belum intercooler.


Berikutnya, bus Mulya Utama bermesin Mercedes-Benz dan bus Raya kelas eksekutif bermesin Mercedes-Benz 1521 karoseri Laksana. Bus ini cukup alot karena berusaha melaju kencang ketika tahu Irizar di belakangnya sedang membuntuti dan mencoba take over.
Berikutnya, Irizar sukses mendahului bus Haryanto pemberangkatan dari Bangsri, disusul menyalip bus Tri Mulia Pariwisata bermesin Hino yang sebelumnya terlihat transit di RM Sari Rasa.
Bus berikutnya yang berhasil dengan mudah disalip adalah bus Bandung Express dengan karoseri model Espass. Ini dia bus Bandung Expressnya:

Menjelang alun-alun kota Batang, terlihat bus Handojo berkaroseri New Armada dan bus Aladdin non AC di depan Irizar. Dua bus ini dengan mudah disalip Irizar. Aladdin yang berhasil didahului ini adalah bus jurusan Semarang-Tasik.
Sekitar pukul 21.53 WIB bus berhenti sebentar di depan agen Lorena, Pekalongan, untuk menaikkan mas Dadik, teman dari BisMania Pekalongan yang ingin bergabung road test bersama Irizar ini sampai Jakarta.
Saat posisi Irizar berhenti, beberapa bus yang tadi berhasil disalip langsung ambil posisi ganti menyalip. Diantaranya bus Haryanto dari Bangsri, Bandung Express dan Raya. 
Berhenti kurang dari satu menit, bus kembali melaju. Irizar berpapasan dari arah berlawanan dengan bus Malina Express barkaroseri model Starliner.
Memasuki kota Tegal, sekitar satu kilometer setelah SPBU MURI, bus kembali berhenti. Di sini, ada mas Ewink, sahabat BisMania di Jakarta yang kebetulan sedang berada di kota Tegal dan ingin menitipkan oleh-oleh untuk rombongan.
Satu kardus air mineral cup ditambah jajajan langsung berpindah dari posisi mas Ewink berdiri di pinggir jalan ke kabin Irizar. Teman-teman di rombongan Irizar sempat mengobrol sebentar dengan mas Ewink, saya sendiri tidak sempat turun karena mata saya sudah sangat berat untuk diajak melek.
Bus kembali melaju menuju Jakarta. Memasuki Cirebon, jarum jam menunjukkan pukul 01.00 WIB dinihari lebih. Sekitar pukul 01.49 WIB, bus kembali transit di Rumah Makan Aroma. Di sini beberapa teman memilih turun untuk memesan kopi.
Bus pun diparkir dan bersitirahat untuk kembali menempuh perjalanan jauh menuju Jakarta sekitar 40 menit lamanya.
Dari RM Aroma ini sampai ke gerbang tol Cikampek perjalanan relatif lancar.
Selama di tol Cikampek, mas Hery memacu Irizar dengan kecepatan stabil. Rata-rata 90-110 km per jam. Jalanan cukup lengang. Irizar bertemu dengan beberapa bus dari luar kota yang sama-sama merapat menuju Jakarta. Di tol ini Enyon, kawan dari Jakbus turun dan pindah melanjutkan perjalanan dengan bus Harum.
Sekitar pukul 05.00 WIB lebih, bus memasuki kawasan Pulogadung.
Saya, mas Dody dan Decy dan beberapa rombongan kawan dari komunitas pecinta bus lainnya turun di sini. Mas Tanto, om Big Mack dan mas Arga memutuskan melanjutkan perjalanan mengikuti perjalanan Irizar ini sampai tujuan terakhir pelataran PT United Tractors Tbk di Cakung.

 

                                                                                                         

                                                                                                  Review
Dari sisi kabin, bus Scania Irizar ini sangat representatif untuk dijadikan bus pariwisata atau bus malam kelas executive atau super executive. Kabinnya yang rapi dan senyap membuat penumpang nyaman berada di dalamnya selama perjalanan.
Hal itu ditunjang oleh interior, terutama plafon langit-langitnya yang berwarna krem, menciptakan suasana teduh sekaligus elegan saat duduk di kabinnya.
Begitu juga dengan interior langit-langitnya dengan aksesoris empat titik lampu malam yang tidak menyilaukan mata, lampu kabin dan lampu baca yang terdapat di setiap atas kursi penumpang.
Di setiap bangku penumpang terpasang bagasi kabin. Yang membuat bus ini istimewa, bagasi kabin ini dilengkapi dengan panel penutup. Sama seperti bagasi sejenis di pesawat terbang komersial.
Jadi, barang bawaan penumpang tak sampai jatuh dan menimpa kepala penumpang yang duduk di bawahnya ketika badan bus terguncang saat melaju.
Ruang bagasi ini cukup lega dan lapang. Barang bawaan seperti tas ransel atau laptop berikut tasnya bisa dengan mudah masuk tanpa khawatir lecet atau tergores.
Penumpang semakin dimanjakan dengan aksoris foot rest dari bahan aluminium di setiap bangku. Begitu juga hadirnya pegangan tangan dengan tambahan saku basket dan panel untuk mencantelkan barang-barang pribadi penumpang seperti bungkusan makanan kecil.
Begitu juga dengan hadirnya toilet. Meski berukuran cukup kecil jika dibandingkan toilet sejenis pada bus-bus malam yang ada saat ini, desainnya yang ringkas cukup memadai untuk mengantisipasi penumpang yang harus 'ke belakang' saat bus sedang berjalan.
Yang membanggakan dari toilet ini, semua air kotor yang keluar dari lubang toilet ini ditampung pada sebuah wadah tertutup berbentuk tabung yang diletakkan di dekat sasis.
Jadi, air limbah kamar kecil tidak mengotori jalan seperti praktik yang biasanya banyak terjadi pada toilet-toilet yang dioperasikan banyak bus malam seperti yang kita temui sehari-hari.
Begitu juga halnya dengan sistem audionya yang menggunakan JVC dan speaker merk Rocker. Mendengarkan musik di dalam kabin Irizar ini cukup terasa senyapnya. Alunan musik bisa lembut dan bening terdengar di telinga berkat speaker yang dilengkapi tweeter.
Lantai bus ini juga terbilang bagus, karena panel cover penutup lantainya terlihat tanpa sambungan dari depan sampai belakang.
Dengan konfigurasi bangku sekitar 40 seats, duduk di bangku mana saja di bus ini juga cukup nyaman karena jarak antarbangku cukup lapang untuk ukuran bus pariwisata.
Di luar segala kelebihan tadi, ada beberapa hal yang menjadi nilai minus bus ini. Yang sangat menonjol adalah kelembutan suspensi yang kurang bagus.
Harapan di benak saya akan mendapatkan suspensi yang lebih nyaman dan lebih empuk dari suspensi bus-bus Scania K124 berkaroseri Adi Putro yang selama ini beberapa kali telah saya naiki, ternyata tidak saya dapatkan pada Scania Irizar K9 built up ini. 
Suspensinya begitu keras. Saat bus terguncang karena melewati jalan sedikit bergelombang, hentakan roda yang merembet ke kabin. Semula saya mengira ini karena posisi duduk saya yang berada di deret overhang roda belakang. Tapi asumsi bahwa suspensi bus ini memang terlalu keras saya buktikan ketika saya mencoba bergeser duduk di bangku bagian tengah.
Saya kemudian mencoba pindah ke bangku depan, di baris kedua dan di samping posisi kemudi. Hasilnya sama: suspensi tetap keras. Hanya, jika duduk dengan bangku di deret ini, kekerasan suspensi sedikit berkurang dibanding jika duduk di depan.
Kekurangan lain pada bus ini adalah besi panel lubang exhaust pendingin udara di langit-langit bus. Saat bus meninggalkan pool Nusantara di Karanganyar, langsung bergetar saat melintas di jalan sedikit bergelombang. Setelah diselidiki ternyata posisi kuncian pada panel ini kurang bagus.
Kelemahan lain adalah model spion. Model spion dengan bingkai yang begitu besar --model tanduk-- cukup menyulitkan pengemudi bermanuver sedikit lebih lincah di jalan raya.
Dari semua kelebihan dan kekurangan tadi, melakukan perjalanan dengan Irizar ini cukup memberikan sensasi pengalaman berbeda jika dibandingkan dengan bus-bus rakitan karoseri lokal. (*)

 

 

 

 


 


Blog EntryMar 23, '09 9:27 AM
for everyone

Teman, pernahkah kita meluangkan waktu sejenak buat merenung kecil-kecilan. Ketika kita sedang asyik jalan-jalan ke terminal bus, atau ketika bus yang kita naiki sedang singgah berhenti di rumah makan, atau di rest area di tepi jalan tol, kita pasti menjumpai bus-bus yang berada di sana mesinnya tetap dibiarkan hidup oleh pengemudinya. Bukankah ini pemborosan? Contohnya deretan bus yang terparkir asyik di sebuah terminal di kota Solo ini:   

 

 

 

 

 

 

Atau, duo bus jurusan kota Pacitan, di Jawa Timur yang tengah asyik menunggu penumpang di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini:

 

 

Coba hitung deh, berapa ribu bus dalam sehari-semalam yang sia-sia mengeluarkan biaya solar ekstra demi mesin bus yang dibiarkan berputar statis seperti itu?
Ada cerita menarik nih. Suatu ketika, adik kelas saya di kampus dulu --kebetulan beda fakultas-- pernah membuat riset tentang hitungan skala ekonomi tentang pemborosan konsumsi solar yang terjadi pada bus-bus antar kota dalam provinsi dan antar provinsi (AKPD-AKAP) di Terminal Tawang Alun, Jember, yang dipicu oleh kebiasaan buruk sopir-sopir bus di sana (dan ini juga kebiasaan buruk yang jamak muncul juga di terminal lain di Indonesia).
Riset ini dipicu oleh rasa tertarik dia dan teman-temannya setiap libur pulang kampung dari kampus dan menaiki bus di terminal ini yang menyaksikan kebiasaan pengemudi bus membiarkan mesin bus tetap hidup di jalur antrian keberangkatan.
Padahal, bus baru akan berangkat meninggalkan terminal beberapa belas, bahkan beberapa puluh menit kemudian.
Hasilnya sangat mencengangkan. Ternyata, dari hasil hitung-hitungan dia, ada sekian puluh juta rupiah duit yang melayang karena pemborosan solar.
Riset orisinil dia ini akhirnya memenangi lomba karya ilmiah mahasiswa yang diadakan saat itu, sekitar pertengahan 1990-an.

Ada argumen, kalau mesin bus dimatikan, udara kabin akan tak dingin lagi karena AC tak bisa bekerja. Penumpang, misalnya yang menunggu di kabin bus saat bus mengantri untuk berangkat di terminal, atau ketika penumpang bersangkutan enggan turun ketika bus transit di rumah makan, mungkin akan protes keras. Sudah membayar mahal untuk menebus tiket, kabin jadi panas. Mayoritas pengusaha bus pasti juga berargumen, menjaga kabin tetap dingin oleh hembusan udara AC adalah bagian dari servis ke penumpang. Tak ada yang salah.
Tapi atas nama demi mencintai bumi, langkah kecil mematikan mesin bus ketika ngetem atau transit, akan banyak memberi manfaat buat siapa saja. Tak cuma buat pengusaha karena membantu menghemat biaya solar, tapi juga buat generasi setelah kita. Dengan begitu, konsumsi bahan bakar minyak bisa dihemat. Bukan langkah mudah untuk mewujudkan, tapi bukan pula sesuatu yang tidak mungkin untuk kita lakukan. Bagaimana pendapat kalian? (*)

 

 

 

 

 


Obrolan antara teman-teman Sinar Jaya Mania (SJM) dengan advisor PO Sinar Jaya dari Jepang, Mr. Takanamasa, di mailing list Bismania tentang bus Hino Selega pekan ketiga Maret 2009 ini membuat saya jadi teringat pengalaman beberapa hari kemarin ketika bepergian ke Kudus dengan bus Nusantara Scania klas Eksekutif karoseri Ad Putro, nomor lambung 157 beberapa pekan lalu (foto busnya bisa dilihat di samping). Sempat saya mengamati penampakan interior body seperti list kaca, sambungan antar besi pada pintu penumpang, pintu pengemudi dan beberapa bagian lainnya.
Saya menemukan banyak bagian di bus nomor lambung ini yang mulai keropos.
Yang paling menonjol adalah lapisan cat terlihat menggelembung di banyak titik. Pengalaman lainnya adalah ketika saya naik bus eksekutif PO Harapan Jaya karoseri Adi Putro. Kebetulan, busnya juga bermesin Scania.
Di bus ini juga banyak bagian interior yang mulai mengeropos. Termasuk pula, bagian ekseteriornya. Banyak saya temukan cat yang menggelembung pertanda pelat besi yang menjadi kulit bodi bus mulai lelah.

Kenapa bus-bus buatan Adi Putro sekarang begitu cepat keropos ya? Saya pernah berdiskusi kecil-kecilan dengan beberapa driver, mereka mengatakan untuk body bus era sekarang, usia pakai lima tahun sejak bus rilis dari karoseri adalah usia yang normal.

Setelahnya, body harus menjalani overhaul. Kalau juragan --maksudnya pemilik PO-- modalnya gede, bus bisa langsung ganti body sekaligus dan menjual body lamanya. Seorang driver lainnya dari PO Pahala Kencana divisi Malang yang saya temui mengatakan, dibandingkan dengan karoseri lain, usia pakai bus berbody Adi Putro masih cukup awet. Ada karoseri X, menurut pengalaman driver ini, baru dipakai 2-3 tahun saja sudah terdengar bunyi tikus berdecit di mana-mana saat bus dikendarai. Beliau mengaku sudah kenyang mengemudikan aneka model bus dari bermacam karoseri. (*)


Blog EntryMar 3, '09 6:32 AM
for everyone

Romanus Sarno namanya. Akrab disapa Pak Sarno. Oleh para pelangganya, para pengusaha jasa transportasi bus antarkota dan bus pariwisata di Pulau Jawa dan Sumatera, dia dikenal sebagai jagonya memperbaiki bodi bus. Pak Sarno ibaratnya sudah menjadi "dokter keluarga" buat segala keluhan apa saja tentang bodi bus. Mulai dari kerusakan eksterior, interior sampai kebutuhan untuk mengganti model tampilan aksesoris bus dari model lama ke model baru seperti komponen lampu-lampu yang lebih mengikuti tren, Pak Sarno menjadi tempat rujukan mereka "mengobatkan," busnya yang sedang sakit. Begitu juga ketika ada armada mereka yang rusak, baik karena kecelakaan atau sebab lain, bengkel Pak Sarno jadi tujuan untuk mereparasi bodi.

Ya, Sarno adalah pengusaha bengkel reparasi kendaraan. Bukan bengkel reparasi biasa, Sarno adalah spesialis reparasi bodi bus. Dia sanggup mengerjakan permintan reparasi kecil sampai reparasi besar, microbus, bus medium sampai bus besar. Boleh dibilang hampir semua pengusaha bus pariwisata di Jakarta dan kota-kota sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang dan Bogor menjadi pelanggan bengkel perbaikan bodi bus yang dikelola Pak Sarno.

Ditemui di workshop-nya di sudut kota Ciputat, Tangerang Selatan Januari lalu, Pak Sarno terlihat sibuk memantau pekerjaan puluhan anak buahnya yang tengah mengerjakan perbaikan bodi belasan unit bus pesanan relasi.
"Hampir semua pengusaha bus pariwisata berskala menengah dan kecil yang punya armada dibawah 20 unit, perbaikan bodinya di serahkan kesini. Selain permintaan ganti model juga perbaikan besar dan minor," ujar Pak Sarno. Pelanggan setianya diantaranya, PO Desiana, Fajar Transport, Nada Tour, Gemilang Tour.
Beberapa pengusaha bus di Pulau Sumatera juga jadi pelanggan bengkel perbaikan bodi busnya. Misalnya, PO Transport, PO Lubuk Basung Jaya. Keduanya merupakan operator bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang berbasis di Sumatera Barat. Begitu juga PO Giri Indah, PO Riau, PO Gumarang Jaya. 
Mereka rata-rata mengaku puas atas hasil pekerjaan yang diberikan Pak Sarno. Buktinya, mereka kembali dan kembali lagi untuk memberikan order baru pengerjaaan perbaikan bus. PO Transport Express dan PO Lubuk Basung Jaya adalah dua PO yang menjadi pelanggan lamanya. Saat saya mendatangi workshopnya, ada sekitar lima sampai tujuh unit armada PO Transport Express dengan menjalani dan menunggu proses perbaikan bodi. Rata-rata merupakan perbaikan besar berupa perombakan model eksterior sampai penggantian panel interior.

Sementara, di sudut lainnya, terparkir sekitar sembilan armada bus medium milik PO Lubuk Basung Jaya bermesin Mercedes-Benz OF 8000 yang sedang menunggu perbaikan minor berupa ganti model aksesoris lampu, pengecatan ulang dan penggantian interior.

Menjalankan usaha karoseri bodi bus sudah seperti mendarah daging pada diri Pak Sarno. Yang membanggakan dan patut diteladani darinya adalah kegigihannya dalam merintis usaha ini dari nol dengan modal dengkul dan kepercayaan orang hingga usahanya berkembang seperti sekarang. Sampai saat ini, usaha yang masih dikelola dengan manajemen keluargaan ini memiliki omset hingga ratusan juta rupiah per tahun. Pahit-manis, jatuh-bangun menjalankan usaha juga sudah biasa dirasakan pria yang hanya jebolan sekolah menengah atas ini. Tapi beragam pengalaman seperti itu membuatnya jadi matang dan memahami seluk-beluk bisnis menjual jasa perbaikan bus dari A sampai Z.


Mulanya, Sarno adalah tenaga administrasi dengan jabatan terakhir kepala gudang di sebuah perusahaan taksi cukup besar di Jakarta. Hasrat berwirausaha untuk memperoleh lembaran rupiah yang lebih tebal membuatnya memutuskan keluar di tahun 1995. Sarno yang saat itu sudah menikah kemudian memutuskan bekerja di industri karoseri Srikandi di kawasan Jl Haji Kahfi di Ciganjur, Jakarta Selatan.  

Saat bekerja di perusahaan karoseri yang satu grup dengan operator bus kota di Jakarta, PO Bianglala, inilah Sarno mulai mengenal seluk-beluk bisnis karoseri. Diantaranya, tentang sistem administrasi, manajemen suplai material sampai modul konsep dan aspek-aspek teknis pembuatan bodi bus.
 Dua setengah tahun bekerja di karoseri ini dirasakan Sarno cukup untuk menimba ilmu. Dia kemudian keluar. Sarno tidak sendirian. Ada atasannya di karoseri milik pengusaha asal Magelang ini, bernama Mujiono yang juga memilih hengkang. Pindah ke karoseri lain? Tidak. Mereka berdua mendirikan usaha modifikasi kendaraan khusus bus di kawasan Pekayon, Bekasi (eks lahannya sekarang jadi proyek fly over).

Mujiono duduk sebagai bos di usaha rintisan ini dan Sarno sebagai wakilnya.
Ternyata intuisi Sarno dan Mujino tepat. Usaha mereka mulai berkembang. PO Transport dan PO Giri Indah adalah dua nama pelanggan awal yang memesan jasa perbaikan bus kepada bengkel karoseri Sarno-Mujiono. Cukup puas dengan hasil pekerjaan mereka, dua PO itu perlahan mulai menjadi pelanggan tetap. Makin hari, pelanggan terus bertambah. Sejumlah operator bus pariwisata di sekitar Jabodetabek. Total karyawannya saat itu mencapai 35 orang.
Karena ada konflik yang dipicu perbedaan prinsip cukup tajam, tahun 1999 Sarno memutuskan keluar dari bisnis kongsian bersama Mujiono. Sarno kemudian mendirikan bengkel karoseri sendiri dengan nama Bengkel Harley Davidson. Tidak di Pekayon lagi, Sarno pindah ke Jakarta. Sarno menemukan lahan kosong seluas satu hektar di daerah Joglo, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia pun menemui pemiliknya dan menyewanya. Usaha bengkel yang sepenuhnya dikelola sendiri oleh Pak Sarno dimulai di sini. 

Ternyata, di tempat baru ini, para pelanggan lama Sarno saat membuka bengkel di Pekayon banyak yang menyambanginya. Order mulai mengalir. Rata-rata permintan perbaikan bodi  minor. Pelanggan baru juga berdatangan. Diantaranya, PO Sumba Putra, operator bus malam AKAP yang saat ini melayani trayek Jakarta-Solo-Wonogiri.

Di tempat baru ini, usaha Sarno berkembang pesat hingga mampu mempekerjakan 60 orang karyawan lebih. "Modal awal usaha di Joglo ini hanya Rp 11,5 juta," tutur Sarno mengenang. Di Joglo inilah Sarno mulai berani menerima tantangan mengerjakan pembuatan bodi bus dari nol.Yakni, sejak bus masih berwujud sasis sampai berwujud bus utuh yang siap dioperasikan sebagai armada angkutan. Di sini, pengalaman selama dia bekerja di Karoseri Srikandi sangat membantunya.
Sarno mulai serius mempelajari model-model bodi bus yang sedang tren. Karena harga sewa lahan naik, tak sampai lima tahun, Sarno kemudian memindahkan bengkelnya ke kawasan Rempoa, Jakarta Selatan. Di sini, Sarno membangun bengkel karoseri yang lebih mapan. Pelanggan makin banyak berdatangan, termasuk para pengusaha bus kota Metromini di Jakarta. Menurut Sarno, mayoritas armada buskota Metromini yang dioperasikan di trayek Blok M-Rempoa dan Lebak Bulus-Rempoa, pembuatan bodinya dikerjakan di karoserinya. Di sini, Sarno mulai berani membuat merek karoseri. Kuda Mas namanya. Nama ini sengaja dia pilih karena gampang diingat dan mewakili filosofi kuda sebagai kendaraan yang tangguh, mampu berlari cepat.

Lagi-lagi, harga sewa lahan di Rempoa naik gila-gilaan. Hati Sarno nyaris hancur. Pasalnya, di lokasi ini Sarno terlanjur inves sampai puluhan juta rupiah untuk membangun bengkel berikut perlengkapan dan bangunan semi-permanen.


Karena negoisasi harga dengan pemilik lahan gagal, tahun 2005 Sarno kemudian menghijrahkan bengkel karoserinya ke daerah lain di sudut kota Ciputat. Kepandaian Sarno menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan, membuat usaha karoserinya tak pernah sepi dari order.
Apa kiatnya? "Saya tak pernah menurunkan kualitas material hanya demi mengejar keuntungan lebih besar. Misalnya, untuk bodi yang seharunys pakai plat galvanil lalu kita ganti dengan plat hitam (plat dari besi bekas). Saya tak berani," ungkap Sarno.
Untuk memasarkan jasa karoserinya, Sarno ternyata hanya menggunakan pola pemasaran dari mulut ke mulut. Diakuinya, persaingan antarusaha karoseri saat ini makin menggila. Apalagi, tak sedikit usaha karoseri, termasuk yang besar-besar dan lebih punya nama, yang membanting harga dengan mensiasati material.

"Saya tak mau bermain seperti itu (banting harga). Soal kualitas material, bus buatan saya berani diadu. Prinsip saya dalam membuat bus, kita tak hanya melayani kebutuhan pengusaha tapi juga bagaimana bisa menciptakan bus yang nyaman untuk penumpang," tegas Sarno setengah berfilosofi.
Seperti diceritakan di awal, Sarno juga merasakan pahitnya jatuh-bangun mengelola bisnis jasa karoseri. Misalnya, ditipu oleh klien. Tapi modal kepercayaan, relasi yang luas termasuk dengan pemasok, usaha Sarno tetap bertahan sampai sekarang. Bahkan semakin berkembang. 
Saat ini Sarno mempekerjakan tak kurang dari 30 karyawan dengan pola borongan. Mereka terbagi dalam berbagai divisi seperti tukang las, tukang interior, elektrikal, tukang cat dan dempul dan tukang jok. Mereka adalah para tukang berpengalaman yang sengaja Sarno rekrut dari eks karoseri lain di sekitar Jakarta. Dua bulan sekali, karoserinya mampu mengerjakan perbaikan satu unit bodi bus.
Saat artikel ini saya tulis, Sarno dan karyawannya baru saja menyelesaikan perbaikan bodi dan interior empat unit armada bus medium PO Lubuk Basung Jaya bermesin Mercedes-Benz OF 8000. Sebanyak tiga unit armada PO Transport juga sedang dalam pengerjaaan. "Kalau sekarang memang sedang rame, mas. Pelanggan yang ini (pemilik PO Lubuk Basung Jaya) minta tujuh busnya dalam 1,5 bulan ke depan bisa selesai diperbaiki semua karena bus-busnya mau segera dioperasikan untuk armada bus malam antarkota dari Jakarta ke Sumatra," ujar Sarno yang mengaku sampai sekarang masih takut meminjam kredit ke bank ini.

Sampai kapan pun Sarno akan bertekad tetap menekuni usaha jasa perbaikan dan pembuatan bus. Dengan didampingi istrinya yang selalu setia menemaninya dengan membuka warung nasi di dekat workshopnya, Sarno yakin bisnis ini akan selalu cerah seiring dengan meningkatnya kebutuhan orang akan sarana angkutan massal seperti bus. (*)

Palmerah, 3 Maret 2009

* Naskah ini pernah saya tulis dan dimuat di rubrik otomotif beberapa media di jaringan Regional Newspaper Group Kompas-Gramedia, Januari lalu. Satu diantaranya, di Harian Tribun Pontianak.  

 


TREN facelift juga melanda bus-bus jurusan Jakarta-Wonogiri. Satu diantaranya adalah PO New Ismo. Operator bus malam yang banyak mengoperasikan bus bermesin Mercedes-Benz tua ini merombak tampilan eksterior sejumlah armadanya demi menghadapi ketatnya persaingan antaroperator bus malam yang melayani jalur ke Winogiri.

Satu dari sebagian armada yang selesai dirombak penampilannya adalah armada New Ismo bermesin Mercedes-Benz OH 1518 non intercooler ini. Awalnya bus ini body aslinya bermodel Skania buatan industri karoseri dari grup Blue Bird, Restu Ibu, di Cibinong. Lampu utamanya, masih menggunakan lampu model sedan Mercy Tiger dengan moncong mirip ikan hiu seperti bisa dijumpai pada sejumlah armada bus pariwisata Big Bird, atau seperti bus Dewi Sri bermesin Volvo seperti ini:

 

Kemudian, cowl depan dirombak total. Lampu utama diganti dengan lampu model baru buatan China yang tampilannya sangat khas. perubahan berikutnya pada bumper dan sedikit area pintu depan. Setengah body ke belakang relatif tidak banyak perubahan, kecuali pada cowl belakang yang juga ikut dirombak total. Lampu stop dan sein-nya yang khas Skania diganti dengan lampu ala bus model Proteus dari karoseri Laksana.

 Bagian pilar kaca belakang juga dibuat lebih melengkung, mirip bus-bus buatan karoseri Tentrem, Malang. Urusan interior tidak banyak perubahan. Mengikuti model bus New Ismo lainnya, ruang kabin penumpang tetap diberi sekat dengan pintu buka tutup yang memisahkan ruang kabin pengemudi dan kenek dengan ruang penumpang.

 

Bagian bagasi di langit-langit relatif tetap mempertahankan model bagasi terbuka ala bus Skania dari karoseri Restu Ibu.  Hasilnya keseluruhannya, bus ini jadi seperti bus gado-gado. (*)


Blog EntryFeb 20, '09 6:26 AM
for everyone

PO Harapan Jaya diam-diam baru saja me-refresh armada bus malam antarkota antarprovinsi (AKAP)-nya biar tetap selalu terlihat trendy di depan pelangganya. Satu diantaranya adalah bus kelas eksekutif bermesin Volvo karoseri Adi Putro, Malang, model setra selendang. Saya menemukannya tak sengaja ketika di pertengahan Februari lalu dolan ke Terminal Lebak Bulus bersama teman-teman di BisMania.

Facelift pada armada Harapan Jaya Volvo ini terjadi di model lampu buritannya. Dulu, bus ini menggunakan lampu belakang tumpuk model tegak vertikal ala Eropa yang khas bus-bus model Setra Selendang produksi karoseri Adi Putro. Model ini diganti dengan lampu tumpuk model side cutting terbaru setengah lingkaran dengan tambahan frame timbul khas lampu model pada bus-bus masterpiece Adi Putro. Pada bus-bus buatan karoseri Adi Putro, model lampu tumpuk side cutting ini  sebenarnya banyak dipakai sebagai aksesoris body bus yang dipasangkan dengan lampu depan (headlamp) model smiley.

Facelift kedua terjadi pada tampilan tulisan "Harapan Jaya." Dulu, ketika keluar dari karoseri, tulisan ini menggunakan font tegak formal berbayang hitam seperti tulisan pada body samping kiri kanan bus. Tulisan ini diganti dengan font latin. Secara keseluruhan, facelift ini membuat tampilan Harapan Jaya Volvo ini semakin manis dan enak dipandang. Bagaimana pendapat Anda? (*)

 

 


Blog EntryFeb 20, '09 5:29 AM
for everyone

BEGINILAH kalau pak sopir kurang hati-hati mengemudikan kendaraan. Gara-gara mengangkut beban muatan berlebih di atas atap, bus malam antar kota antar provinsi (AKAP) CV Gita jurusan Solo-Medan BK 7484 LP ini harus kehilangan atapnya karena tersangkut besi baja di ujung jembatan di ruas jalan Way Kanan, Lampung, Kamis (19 Februari 2009) dinihari. Tak cuma bus yang hancur, 11 penumpangnya luka berat. Atap bus terpotong dari depan sampai ke belakang dan tinggal menyisakan beberapa batang pilar saja.

Kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi. Di kota metropolitan seperti Surabaya dan Jakarta, beberapa kali kejadian truk tronton dan truk kontainer harus mengalami celaka karena pengemudinya tidak memperhitungkan ketinggian badan kendaraan dengan toleransi tinggi maksimum di terowongan dan viaduck yang dilaluinya. Foto peristiwa nahas bus CV Gita ini saya kutip dari harian Sriwijaya Post, Palembang edisi Jumat, 20 Februari 2009. 

Data estimasi tentang bus ini:

Nomor polisi: BK 7484 LP

Status bus dan Jurusan: Bus malam antarkota antarprovinsi (AKAP) Solo-Lampung-Medan.

+ Body: Setra karoseri Rahayu Santosa (original)

+ Mesin: Mercedes-Benz OH 1518 non intercooler

+ Konfigurasi seat: 2-2 (kiri-kanan)

+ Pendingin udara: Tidak ada (non AC)


Blog EntryJan 27, '09 7:11 AM
for everyone


Nyetir bus? Nggak salah tuh? Buat awam, hobi atau kesenangan menyetir bus memang terasa kurang lazim di telinga. Tapi buat para BisMania itu merupakan pengalaman yang paling ditunggu-tunggu. Dan, kesempatan itu untuk kesekian kalinya akhirnya datang juga.


Usai melakukan kunjungan ke karoseri Morodadi Prima di Singosari, Malang 29-30 Agustus 2008 lalu, keesokan harinya rombongan teman-teman BisMania yang berjumlah 45 orang menyempatkan transit mampir ke pool PO Nusantara di Jl Raya Demak-Kudus.
Di pool bus milik pengusaha Tionghoa Pak Handojo Budianto ini BisMania berkesempatan menjajal mengendarai dua bus sekaligus. Mas Andy, manajer operasional PO Nusantara menyambut kami hangat dengan menyerahkan langsung dua kunci bus untuk di-test drive di run way dan halaman belakang PO Nusantara yang memang luas.

Masing-masing satu unit bus Mercedes-Benz OH 1525 berkaroseri Adi Putro setra selendang dan satu unit bus Scania rear engine karoseri Adi Putro. Keduanya adalah bus lansiran baru akhir 2007, yang sehari-hari merupakan armada pariwisata Symphonie milik PO Nusantara.
Tak kurang dari 10 member BisMania yang mencoba pengalaman duduk di belakang kemudi bus dan menjalankan bus Symphonie ini.
Diantaranya, Setiawan Eko dari BisMania Korwil Jabodetabek. Bro yang kerap dijuluki Batman oleh kalangan member BisMania Community ini sempat menjajal Mercedes-Benz 1525 selama dua putaran. Kemudian disusul Heru Maqdumjati dari BisMania Korwil Jateng Utara. Berikutnya, Joko Puspitomurti yang juga ketua umum BisMania Community.

Sejumlah member baru seperti Rama yang masih berstatus mahasiswa di STMT Trisakti, Jakarta juga mencoba test drive ini. Dia cukup piawai membawa bus. Heru yang sekarang bergabung di Big Bird, Jakarta, sempat meluangkan waktu untuk meng-assist member yang mencoba test drive dengan duduk di bangku cadangan samping pengemudi.

 

Alhasil, pengalaman test drive ini begitu berkesan. Andre, member BisMania Community yang sehari-hari bekerja di PT Shell Indonesia sampai terkagum-kagum. "Wah, kok bisa yo, kita pinjem bus terus dipakai muter-muter. Aku baru kali ini merasakan bisa main-main dengan bus sungguhan," ujar Andri dengan senyum sumringah. (reportase dan foto: ari)

 


Blog EntryJan 14, '09 6:25 AM
for everyone

Libur akhir tahun telah tiba. Tapi mau ke mana. Mau touring ke Merak lagi teman-teman BisMania pasti akan keberatan karena pernah ke sana.
Bagaimana kalau ke Kopo atau Jomin menyaksikan parade bus malam yang beringsut melintas meninggalkan kota Jakarta untuk mengantar penumpang ke kota tujuan. Ide yang menarik.

JUMAT sore, 26 Desember 2008 posisi saya sedang di kantor, mbabu buat kantor yang selama enam tahun terakhir ini jadi gantungan hidup saya mencari nafkah.
Begitu pekerjaan rutin selesai, Yahoo Messenger yang masih hidup di layar komputer langsung saya sambar.
Searching for a friend who is still online.
Yeahh, ada mas Prima. Langsung saya japri, nawarin gagasan hunting foto bus dan wisata kuliner ke Jomin.
Tak perlu nego berlama-lama, mas Prima langsung mengiyakan ajakan saya.
Langsung saya kirim undangan melalui offline message juga SMS ke beberapa teman.
Tak ketinggalan, pasang pengumuman di milis. Nggak apa-apa mendadak, mayan buat menjaring teman tambahan yang lagi nggak liburan buat ke Jomin.
Hari H diputuskan, Minggu 28 Desember pukul 10.00 WIB berangkat bareng dari UKI.
Tiba hari H, kami berenam, saya sendiri, mas Prima, mas Dodit, mas Dion, mas Awig dan mas Eka berangkat pukul 10.30 WIB.
Bus butut PO Walet Biru yang masih satu keluarga dengan PO Warga Baru yang tarifnya murah meriah sengaja kami pilih. BisMania harus siap naik bus bagus sampai yang jelek.
Mas Eka, sesuai kesepakatan via ponsel, berangkat dari Pintu Tol Jatibening. Cukup merogoh kocek Rp 10.000 untuk mengantar kami sampai pintu exit tol Cikampek.

 

Si Walet Biru dekil yang penuh penumpang melaju kencang di jalan tol Cikampek. Sejak memasuki tol, bus terus melaju di jalur paling kanan dengan driver yang memamerkan aksi ngeblonganya kepada penumpang.
Suara mesin bus Hino AK meraung-raung keras sampai ke kabin paling belakang, tempat kami berenam duduk. Sesekali tubuh mas Prima yang tidak kebagian tempat duduk bergoyang dan terguncang cukup keras ketika bus mencoba bermanuver.
Pukul 12.35 WIB bus pun keluar dari tol Cikampek di Kopo.
Kami memutuskan turun di sini. Karena sudah siang dan perut keroncongan minta diisi, kami memutuskan makan siang dulu.
Hasil ngobrol diatas bus tadi, kami putuskan menjajal sate maranggi di jalur Kopo arah ke kota Purwakarta.
Untuk menuju ke sana, kamis harus oper naik angkot Suzuki Carry warna biru. Duit Rp 3.000 kami keluarkan dari saku untuk mengantar kami ke sana. Jaraknya dari pintu tol sekitar lima km.
Tak lama berselang kami tiba di kedai Sate Maranggi ini. Suasana sedang penuh sesak.
Di sudut paling barat, menghadap jalan raya kami mendapati bangku yang masih kosong.
Mas Prima, Dion, Dodit dan Awig memesan sate maranggi 40 tusuk. 
Saya dan mas Eka yang semula berniat mengudap sate ini membatalkan pesanan ketika di sudut sekitar empat meter tempat kami duduk ada lapak soto dengkul sapi.
Kami berdua memilih menu ini.
Kami makan dengan lahapnya dengan ditemani secangkir aluminium cukup besar es kepala muda.
Tak salah, menu di kedai ini memang maknyuss seperti Pak Bondan bilang.

Soto dengkul sapinya enak. Bumbunya kuat dan pekat.
Tapi mas Eka juga saya sempat sediki kecewa. Daging yang disajikan berikut kuahnya di mangkuk baso yang disodorkan semula kami pikir bakal berisi kombinasi tetelan dengkul sapi berikut potongan tulang dan sumsumnya. Ternyata tidak. Dagingnya tak lebih suwiran kulit sapi dengan lemak dan sisa daging lunaknya.
Dasar perut sedang lapar.

Apa yang terhidang di meja tetap kami sambar. Saya habiskan nasi sampai dua porsi. Begitu juga dua teman lain.
Selesai mengisi perut hampir sejam kami meninggalkan kedai dan menyeberang jalan menuju masjid untuk sholat dzuhur berjamaah.
Selesai sholat, kami kembali naik angkot menuju Jomin, target utama kami touring hari ini. Ongkos sewa angkotnya sama, cukup Rp 3.000 per orang.
Lima belas menit kemudian kami pun sampai di pertigaan Jomin yang ramai.

 


Siang sedang terik-teriknya. Kami buru-buru berjalan menuju depan agen PO Dedy Jaya, lokasi yang kami anggap cukup tepat untuk hunting foto.


Kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli bekal cemilan dan minuman kemasan.
Acara hunting foto pun benar-benar dimulai. Hari yang masih sesiang itu --jam di ponsel masih menunjukkan pukul 13.30-- parade bus malam dari berbagai terminal di Jakarta baru satu dua yang melintas di Jomin. Bus pertama yang kami temui adalah PO Aneka Jaya Hino RG body Proteus jurusan Wonogiri dan Pacitan.
Tak lama kemudian disusul beberapa armada Putera Mulya, Langsung Jaya jurusan Solo dan Wonogiri.
Acara hunting foto pun kami selingi dengan ngobrol. Mas Prima sibuk dengan ponselnya mengontak mas Indra Bayuaji dari BisMania Purwakarta untuk diajak gabung. Sesekali kami memotret barisan bus-bus dari arah timur menuju Jakarta.
Sejumlah bus seperti Lorena, Dali Mas dari arah Surabaya terlihat telat masuk ke Jakarta hari itu.
Dari arah Timur bus yang masuk Jakarta didominasi bus jarak pendek jurusan kota-kota di Jawa Tengah seperti Dedy Jaya, Sinar Jaya, Dewi Sri.
Tak terasa waktu menukik ke pukul 14.30 WIB. It's showtime!
Kami makin serius menyiapkan lensa kamera untuk memotret sasaran. Inilah saatnya bus-bus malam terbaik dari Jakarta beriringan berangkat menuju berbagai kota di Jawa dan Bali.
Pukul 15.00 lebih mas Indra merapat bergabung bersama Mio Soul silvernya.
Menjelang pukul 16.00 WIB bus Malino Putra menuju Surabaya dan Malang yang ditumpangi mas Bagus melintas.
Sedikit cerita, mas Bagus ini sebenarnya mau gabung di acara touring pendek ke Jomin tapi terhalang keperluan ke karoseri Nikikayoe milik Pak Syaiful di Malang.

Begitu Malino Putra beberapa meter akan melintas di depan, driver bus memperlambat laju. Melalui kaca pintu depan kami pun saling bertukar cemilan.
Usai tukar cemilan acara hunting foto berlanjut. Beberapa bus target seperti Rosalia Indah New Travego MB OH 1525 berhasil didapat. Mas Prima yang penggila Rosalia Indah girang bukan kepalang. Ada juga Dahlia Indah tujuan Tulungagung yang melintas pelan.


Begitu juga armada terbaru Sinar Jaya New Travego Hino RK8 yang sukses kami bidik saat pendar matahari sore beranjak ke ufuk barat.
Selama kami hunting foto di Jomin ini kami bertemu tak kurang dari sembilan preman. Ya, mereka memang timer yang mencari makan dari mengutip setiap bus yang transit menaikkan penumpang di Jomin, selepas jembatan fly over. Ongkos kutipannya Rp 1.000 sampai Rp 3.000 per bus.
Ada atau tidak ada penumpang, bus tetap dipalak. Mungkin risiko dilempari batu dan lemahnya aparat di lapangan membuat para awak bus memilih berkompromi dengan para preman kampung ini.
Biasanya, lembaran ribuan diberkan oleh kondektur melalui jendela pintu bus.
Ada juga lembaran uang kertas itu yang terpaksa dilempar ke jalan setelah digulung-gulung. Satu sampai tiga preman pun langsung menghambur memungutnya. Hitung saja berapa rupiah yang berhasil mereka pungut setiap harinya.
Sekedar info saja, objek sasaran yang mereka palak yang rata-rata bus jarak pendek seperti Luragung,  Bhinneka, Setia Negara, Warga Baru, Dewi Sri, beroperasi 24 jam melintas Jomin.


Menjelang sore, ada mobil Kijang Pick Up bernomor polisi berhenti di seberang. Dua dari preman itu menyeberang menghampiri mobil. Mengambil duit setoran dari para preman itu? Mungkin saja, tapi kami tak ingin berprasangka.

Para preman itu sebenarnya sempat mencurigai keberadaan kami. Itu terlihat dari cara mereka memandang dengan tatapan mata penuh curiga. Lama-lama mereka mengerti juga kami tak lebih dari penggila bus. Yang jelas tak perlu ada percakapan diantara kami.
Kami sibuk dengan urusan masing-masing.
Selesai sholat Ashar dan setelah melanjutkan hunting foto-foto bus, menjelang maghrib kami putuskan pulang kembali ke Jakarta.
Kembali ke Jakarta kami putuskan naik Luragung Jaya livery hijau. Rasa capek bercampur kantuk membuat saya memilih merebahkan badan di bangku dengan mas Awig di sebelah saya. Sementara, mas Eka dan mas Prima yang energinya masih full, terlihat masih asyik mengobrol di bangku seberang. Tiba di pintu tol Jatibening, Mas Eka kemudian pamit turun lebih dulu. 
Pukul 19.35 WIB kami tiba di UKI. Kami berlima saling berpamitan. Sampai ketemu lagi bro, di acara touring berikutnya. Syukur alhamdulillah, acara touring kali ini berlangsung lancar. (*)
 


 
 
 


Blog EntryJan 12, '09 6:27 AM
for everyone

AKHIR pekan, minggu kedua di bulan Januari ini jadi sedikit spesial buat BisMania Community. Hasrat untuk jalan-jalan menengok garasi PO Safari Dharma Raya (OBL) akhirnya tercapai juga.
Sebenarnya, sejak awal acara jalan-jalan ke garasi perusahaan otobus di kawasan Kebayoran Lama ini preliminary saja karena persiapannya begitu mepet. Bermula dari obrolan saya dengan mas Habib dan mas Awig.
Tanpa disangka, ternyata kabar tentang rencana ini menjadi informasi berantai antarteman BisMania di forum chating di Yahoo Messenger.
Ya sudah deh, akhirnya saya berlima belas dengan teman-teman Sabtu 10 Januari kemarin, pagi-pagi sekali bertandang ke garasi OBL. Mas Budi, member BisMania baru dari Slipi menjadi kawan pertama untuk meminta izin ke manajemen OBL. Saya dan mas Budi bertemu Pak Arief, dari bagian operasional di OBL.
Alhamdulillah, kami diperbolehkan untuk mengunjungi garasi OBL yang berada persis di sebelah perempatan lampu merah ITC Permata Hijau itu.
Ada banyak informasi yang kami dapatkan tentang PO ini. Termasuk, 'klarifikasi' tentang gosip bahwa OBL telah beberapa kali sukses melakukan pencangkokan mesin bus Yuchai dari China diatas sasis bus Mercedes-Benz. Sampai hari ini, setidaknya ada empat armada OBL dengan platform sasis Benz dan mesin Yuchai yang lalu-lalang melayani penumpang.
Satu diantaranya seperti dalam foto ini:


Keren bukan? Yuchai satu ini dibangun dengan platform sasis Benz dengan karoseri Laksana model Sprinter. Namanya juga bus gado-gado, manajemen OBL memang sengaja tidak memasang emblem silver star, logo Mercedes-Benz yang sangat khas itu.
Perhatikan saja di bagian nose-nya. Logo tersebut tak akan bisa Anda temukan. Juga di velg depan dan belakang. Ini karena dudukan nuts pada titik velg yang menjepit roda-roda bus telah ditutup dengan pelat.

Empat armada OBL berbasis mesin Yuchai yang sudah beroperasi tersebut masih langkah awal. OBL saat ini juga sedang merakit beberapa bus gado-gado semacam ini.
Saya dan teman-teman BisMania yang mengunjungi garasi OBL kebetulan bisa menyaksikan satu unit bus Yuchai dalam bentuk sasis yang baru saja keluar dari departemen engineering OBL di bagian belakang garasi OBL. Sasis ini siap dikirim ke karoseri. Bus ini adalah Yuchai dengan transmisi ganda, matic dan manual yang bisa saling dioperasikan secara bergantian.
Ini dia wujudnya busnya:


Yang membanggakan, bus ini menggunakan sasis Mercedes-Benz dalam bentuk sambungan. Seorang teknisi OBL yang saya temui di lapangan membisikkan, sasis ini diambil dari eks sasis bus low floor OBL yang pernah dioperasikan di salah satu bandara di Indonesia.
Teman-teman tahu sendiri 'kan, kalau OBL memang punya kerjasama bagus dengan PT Angkasa Pura dalam penyediaan bus angkutan penumpang bandara dari ruang tunggu penumpang di terminal menuju apron bandara dan sebaliknya.
Saat saya dekati, bus ini sedang menjalani tes engine oleh seorang teknisi OBL. Inilah fotonya:


Di sela kesibukannya, dia bercerita kepada saya bahwa konsep dasar bus ini memang hasil rekayasa engineering oleh teknisi bengkel OBL. Untuk batang kemudi misalnya, bus ini menggunakan setir dari MB OF 8000. Begitu juga panel indikator di bagian dasbornya.
Belinya di Wanaherang (maksud saya, PT Mercedes-Benz Indonesia) mas? "Bukan. Beli di toko spare parts juga bisa kok," jawabnya.
Selama di garasi OBL, kita juga menemukan beberapa armada OBL yang terbilang istimewa dan langka. Siapa lagi kalau bukan armada OBL berplatform mesin MAN dari Eropa.
Ada dua unit bus OBL MAN yang kami dapati sedang berada di garasinya. Satu unit baru saja pulang dari Denpasar dan satu unit lagi dalam kondisi rusak.
Seorang teknisi OBL menuturkan, bus OBL MAN yang satu ini sudah rusak sejak empat tahun lalu.

Manajemen OBL kesulitan mendatangkan suku cadang pengganti untuk OBL MAN yang rusak ini. Selain mahal, juga harus didatangkan langsung dari Eropa. Kondisinya memang begitu mengenaskan.

Foto berikut, OBL MAN yang rusak berat, dan foto bawahnya, OBL MAN yang masih bisa beroperasi:

 

 

Selain MAN, satu armada OBL spesial lainnya yang sudah tidak beroperasi adalah OBL berbasis mesin Scania. Bus ini rusak sudah cukup lama.
OBL MAN dan Scania ini sebenarnya sangat istimewa. Karena, body manufacturing-nya menggunakan platform bus model dari Van Hool, Swedia, yang dikerjakan oleh karoseri ternama di Malang, Adi Putro. Ini dia armada OBL Scania yang tak lagi beroperasi itu:  


Tapi, keharuan kami menyaksikan dua armada OBL yang teronggok membujur kaku ini terobati ketika menyaksikan satu unit Scania OBL bermodel Van Hool yang merapat ke garasi. Saat saya potret, bus ini baru saja selesai dicuci dan bersiap menjemput penumpang di kantor operasional lalu ke terminal dan meninggalkan Jakarta.
Sebenarnya ada satu lagi OBL Scania yang lebih istimewa. Kabarnya, unit ini adalah bus kesayangan Pak Hendro, karena velgnya menggunakan velg Brabus. Tapi saya bersama 15 teman BisMania tak berhasil mendapati sosok bus ini. Foto di bawah ini adalah OBL Scania Van Hool yang kita temui di garasi dan tengah bersiap berangkat menjemput penumpang:


Selain digunakan untuk menampung armada OBL Jakarta, pool I OBL di Kebayoran Lama ini juga menampung armada OBL dari manajemen Temanggung. OBL manajemen Jakarta dikelola oleh Pak Hendro dan manajemen Temanggung oleh adik beliau.
Ini salah satu armada OBL dari manajemen Temanggung yang menginap di pool 1 OBL Jakarta:

Bus ini masih bermesin Mercedes-Benz Prima King, tapi masih sangat bagus terawat saat saya coba melongok melalui pintu ruang mesin. Ini dia busnya:


OBL boleh dibilang memiliki koleksi sasis eks bus Mercedes-Benz lamanya di pool 1 ini. Dari sasis-sasis inilah OBL memodifikasi bus-busnya dengan mesin Yuchai. Di ruang bengkel di bagian belakang, saya mendapati juga mesin built up Mercedes-Benz eks Singapura. Mesin ini --kabarnya--masih belum dioperasikan. Kondisinya sedikit berdebu.
Mesin built up sejenis juga saya temukan di halaman terbuka di bagian belakang pool 1 OBL. Bedanya, mesin ini masih menempel di atas mesin.
Mesin ini, menurut seorang teknisi lain yang saya ajak mengobrol, sudah cukup lama tidak dioperasikan karena kesulitan suku cadang. Sekilas, mesin ini berkonfiguras V, biasa disebut V engine. Lubang exhaust-nya juga khas, dua biji di kanan. Mirip mesin sejenis yang diaplikasikan PO Lorena di beberapa armadanya yang saya 'temukan' di terminal Lebak Bulus beberapa waktu lalu. Ini dia wujud mesinnya: 

Yang cukup mengejutkan, OBL saat ini juga sedang melakukan modifikasi sasis. OBL baru saja membeli satu unit sasis truk Hino Dutro. Bagian kabin unitnya dicopot. Sasis ini di bagian belakang kemudian dipasangi sasis tambahan sekitar 2 meter lebih panjangnya, disambung dan dikeling.
Kelak jika telah selesai,  roda-roda di rear axle, digeser mundur sekitar 1,5 meter dan ditempatkan persis pada titik sambungan sasis. Karya kreatif ini tentu harus diikuti dengan penggantian model pemutar gardan yang terhubung ke mesin dengan batang yang lebih panjang.
Tak lama lagi, sasis berikut mesin Dutro ini siap dikirim ke karoseri. Wujudnya kelak tentu bukan lagi bus medium standar seperti kita lihat di jalan raya. Tapi medium dengan dimensi sasis yang super panjang. Bus ini kelak akan dioperasikan untuk sebuah perusahaan minyak besar di Indonesia. Untuk angkutan karyawankah? Bisa jadi.
Ada satu target buruan kami yang di acara jalan-jalan ke garasi bus kali ini tidak kami dapati. Apalagi kalau bukan OBL berbody Neoplan. Sebenarnya, ketika saat pagi-pagi saya merapat ke markas OBL ini, bus tersebut sedang dalam posisi stand by di pool 2 yang jaraknya hanya 200 meter dari pool 1.
Tapi ketika menjelang siang hari saat kita mencoba bergeser ke sana untuk memburu fotonya, bus ini sedang keluar. Yang pasti, acara jalan-jalan kami kali ini sungguh istimewa, karena ditingkahi dengan obrolan asyik dengan kru armada OBL dan sedikit acara barter kaos BisMania oleh mas Prima dari BisMania dengan seorang kru OBL. 

Terima kasih untuk kekompakan teman-teman BisMania. Terima kasih sebesar-besarnya juga kami haturkan kepada manajemen OBL dan para kru yang dengan ramah dan tuntas berbagi cerita tentang dunia bus dan dunia OBL.
Sampai bertemu lagi di acara jalan-jalan berikutnya yang pasti tak akan kalah seru.


Palmerah, 12 Januari 2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  

 

 

 

 


Pages:12